Natrium metabisulfit dikenal dengan beberapa nama dan sinonim lain, yang sering digunakan dalam berbagai industri dan konteks. Beberapa sinonim umum meliputi:
Natrium pirosulfit
Dinatrium disulfit
Natrium bisulfit(meskipun secara teknis ini adalah senyawa yang berbeda, terkadang digunakan secara bergantian)
Natrium dioksida
E223(nomor E-nya, yang digunakan sebagai bahan tambahan makanan di Uni Eropa)
Natrium bisulfit anhidrat
Natrium metabisulfit(ejaan alternatif)
Aplikasi Natrium Metabisulfit dalam Industri Makanan:
Natrium metabisulfit umumnya digunakan untuk mengawetkan buah-buahan kering seperti aprikot, kismis, apel, dan buah-buahan lainnya. Natrium metabisulfit bertindak sebagai pengawet dengan:
Mencegah Pencoklatan: Menghambat proses pencoklatan enzimatik yang disebabkan oleh polifenol oksidase (PPO) dan mencegah oksidasi senyawa tertentu dalam buah, seperti flavonoid. Hal ini membantu menjaga kesegaran dan kualitas buah kering.
Aksi Antioksidan: Memperlambat proses oksidasi, menjaga warna dan rasa buah kering serta memperpanjang umur simpannya.
Dalam produksi anggur, jus buah, dan minuman lainnya, natrium metabisulfit digunakan untuk:
Agen Antioksidan dan Antimikroba: Membantu mencegah pembusukan yang disebabkan oleh oksidasi dan pertumbuhan mikroba, terutama selama fermentasi dan penyimpanan.
Pelepasan Sulfur Dioksida:Ketika dilarutkan dalam air, natrium metabisulfit melepaskan sulfur dioksida (SO₂), yang bertindak sebagai pengawet dengan menghambat pertumbuhan mikroorganisme pembusuk dan mencegah oksidasi anggur atau jus.
Natrium metabisulfit digunakan dalam pengawetan sayuran, terutama dalam proses seperti blansing, pembekuan, dan pengalengan:
Blanching SayuranSaat digunakan selama blansing, produk ini membantu mempertahankan warna dan tekstur alami sayuran seperti kacang polong, buncis, dan jagung. Produk ini juga mencegah reaksi enzimatik yang dapat menyebabkan degradasi sayuran selama penyimpanan.
Pencegahan Perubahan Warna pada Kentang: Membantu mempertahankan warna putih kentang segar dan produk kentang (seperti keripik dan kentang goreng) dengan mencegah oksidasi dan pencoklatan enzimatik.
Sulfur Dioksida untuk Pengawetan:Dalam produksi cuka, natrium metabisulfit digunakan untuk mencegah kontaminasi dan pembusukan bakteri, terutama pada tahap fermentasi.
Pengawetan Molase: Ia juga digunakan dalam mengawetkan molase, mencegah pertumbuhan mikroba dan oksidasi selama penyimpanan.
Mencegah Oksidasi:Dalam produksi jus buah dan sayur, natrium metabisulfit membantu mencegah oksidasi vitamin (terutama vitamin C) dan nutrisi lain yang dapat menurun seiring waktu.
Pelestarian Warna: Membantu menjaga warna alami jus, memastikan jus tetap menarik bagi konsumen dan mencegah perubahan warna.
Natrium metabisulfit digunakan dalam proses dehidrasi berbagai buah, sayuran, dan jamur:
Mempertahankan Kualitas Nutrisi dan Warna: Membantu melindungi produk dehidrasi dari hilangnya nutrisi dan pencoklatan yang disebabkan oleh oksidasi.
Memperpanjang Umur Simpan: Dengan bertindak sebagai antioksidan dan agen antimikroba, natrium metabisulfit membantu memperpanjang umur simpan produk makanan dehidrasi.
Mencegah Perubahan Warna: Natrium metabisulfit dapat ditambahkan ke selai dan jeli untuk mencegah perubahan warna dan mempertahankan penampilannya yang cerah.
Kelestarian: Membantu menjaga warna dan rasa selai dan jeli, terutama pada produk dengan kandungan gula tinggi.
Pemutihan Bahan MakananNatrium metabisulfit terkadang digunakan sebagai zat pemutih dalam produk-produk seperti jamur kering, rempah-rempah, dan bahan-bahan lainnya. Natrium metabisulfit membantu meningkatkan penampilan dan warna produk akhir dengan menghilangkan atau mencerahkan pigmen gelap yang tidak diinginkan.
Pelestarian Warna:Dalam produksi permen dan manisan, natrium metabisulfit digunakan untuk mencegah perubahan warna dan menjaga penampilan produk.
Menjaga Rasa:Ia juga membantu dalam mengawetkan rasa dengan melindungi dari pembusukan oksidatif.
Pencegahan Oksidasi: Natrium metabisulfit terkadang digunakan dalam pengawetan makanan laut, seperti udang, lobster, dan ikan, untuk mencegah oksidasi lemak dan menjaga tekstur serta rasa produk.
Menjaga Kesegaran: Membantu menjaga penampilan dan kesegaran makanan laut selama penyimpanan, terutama makanan laut beku.
Kembali ke atas