Fosfat banyak digunakan dalam pengolahan makanan laut untuk meningkatkan kualitas, memperpanjang umur simpan, serta memperbaiki tekstur dan tampilan produk makanan laut. Fosfat bekerja terutama dengan memodifikasi retensi air, menstabilkan protein, dan mencegah pembusukan.
Retensi Kelembaban
Fosfat meningkatkan kapasitas menahan air pada makanan laut, mencegah dehidrasi selama penyimpanan, pembekuan, dan pemasakan, yang membantu menjaga kesegaran dan beratnya.
Peningkatan Tekstur
Fosfat membantu menstabilkan protein otot, meningkatkan kekencangan, elastisitas, dan gigitan makanan laut seperti udang, cumi-cumi, dan fillet ikan.
Pelestarian Warna
Mereka membantu mencegah perubahan warna (terutama menguning atau kecoklatan) selama penyimpanan, menjaga makanan laut tetap menarik secara visual.
Pencegahan Oksidasi
Fosfat bertindak sebagai antioksidan dengan mengkelat ion logam seperti besi dan tembaga, yang dapat memicu oksidasi dan pembusukan lemak.
Perpanjangan Umur Simpan
Dengan mengendalikan pH dan menjaga kelembapan, fosfat memperlambat pertumbuhan mikroba, sehingga memperpanjang kesegaran dan keamanan makanan laut.
| Nama Fosfat | Tujuan Penggunaan Umum |
|---|---|
| Natrium Tripolifosfat (STPP) | Retensi kelembaban, tekstur |
| Tetranatrium Pirofosfat (TSPP) | Stabilitas warna, antioksidan |
| Natrium Heksametafosfat (SHMP) | Agen pengkelat, pendispersi |
| Natrium Asam Pirofosfat (SAPP) | kontrol pH, anti-pencoklatan |
0.3% – 1.5%(berdasarkan berat makanan laut)
Penggunaannya diatur secara ketat menurut standar keamanan pangan setempat (seperti FDA, EU, GB).
Contoh:
Larutan perendam udang:0.5% – 1%STPP + TSPP mixture.
Pengolahan fillet ikan :0.3% – 0.6%Larutan STPP.
Udang
Cumi-cumi
Kerang
Daging kepiting
Fillet ikan (ikan kod, ikan nila, ikan pollock)
Mengurangi kehilangan tetesan selama pencairan
Peningkatan hasil produk
Meningkatkan rasa di mulut dan kelembutan
Penampilan dan warna lebih segar
Mengurangi bau tak sedap dan ketengikan
Fosfat adalah zat aditif makanan yang disetujui secara global dan aman dalam dosis yang ditentukan. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat menghasilkan tekstur atau rasa sabun yang tidak diinginkan, sehingga pengendalian yang cermat sangat penting.
Kembali ke atas