Asam fosfat (H₃PO₄) terutama diproduksi melalui dua proses industri utama:Proses BasahdanProses Termal.
ItuProses Basahadalah metode yang paling banyak digunakan secara global, terutama untuk memproduksi asam fosfat untuk pupuk.
Bahan Baku:
Batuan fosfat (terutama mengandung kalsium fosfat)
Asam sulfat (H₂SO₄)
Air
Reaksi:
Batuan fosfat bereaksi dengan asam sulfat dan air membentuk asam fosfat dan gipsum (kalsium sulfat dihidrat) sebagai produk sampingan.
Reaksi Kimia:
Penyaringan:
Gipsum dipisahkan dari asam fosfat cair.
Konsentrasi:
Larutan asam fosfat dipekatkan melalui penguapan hingga mencapai kekuatan yang diinginkan.
Terutama digunakan dalam industri pupuk.
Kemurnian lebih rendah, mengandung kotoran seperti fluorida dan logam berat.
Hemat biaya untuk produksi skala besar.
ItuProses Termalmenghasilkan asam fosfat dengan kemurnian sangat tinggi, cocok untuk industri makanan, farmasi, dan elektronik.
Bahan Baku:
Fosfor unsur (P₄)
Udara (oksigen)
Air
Pembakaran:
Fosfor unsur dibakar di udara untuk membentuk fosfor pentoksida (P₂O₅).
Reaksi Kimia:
Hidrasi:
Fosfor pentoksida bereaksi dengan air membentuk asam fosfat.
Reaksi Kimia:
Pemurnian:
Asam dimurnikan untuk menghilangkan sisa kotoran.
Menghasilkan asam fosfat dengan kemurnian tinggi (tingkat pangan, tingkat elektronik, tingkat farmasi).
Biaya produksi yang lebih tinggi karena penggunaan fosfor unsur dan energi.
Lebih disukai jika dibutuhkan kualitas yang ketat.
| Aspek | Proses Basah | Proses Termal |
|---|---|---|
| Kemurnian | Sedang (penggunaan industri) | Tinggi (makanan, farmasi, penggunaan elektronik) |
| Biaya | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Penggunaan Utama | Pupuk, aplikasi industri | Aplikasi kemurnian tinggi |
| Produk sampingan | Gips | Minimal |
Kembali ke atas