Pemasok Cina untuk aditif makanan berkualitas tinggi, aditif pakan, bahan kimia harian, bahan kimia pengolahan air, dan pupuk
0086-19851820538 carlos@khonorchem.com
News

Peran Natrium Tripolifosfat (STPP) dalam Produksi Keramik – Aplikasi dan Prinsip Kerja

2025-03-26 Admin

Perkenalan

Natrium Tripolifosfat (STPP) adalah dispersan dan deflokulan yang banyak digunakan dalam produksi ubin keramik. STPP berperan penting dalam mengoptimalkan sifat-sifat bubur keramik, meningkatkan kemampuan kerja, dan meningkatkan kualitas akhir produk keramik.


Penggunaan STPP dalam Produksi Keramik

  1. Dispersan dan Deflokulan:STPP membantu menyebarkan partikel keramik secara merata dalam bubur, mengurangi viskositas dan meningkatkan fluiditas.

  2. Pengurangan Air:Ini menurunkan kebutuhan air pada slip keramik, mengurangi waktu pengeringan dan konsumsi energi.

  3. Pencegahan Sedimentasi Keras:STPP mencegah partikel padat mengendap di dasar tangki penyimpanan.

  4. Peningkatan Sifat Mekanik:Ini meningkatkan kekuatan dan kehalusan produk keramik akhir.

  5. Stabilitas Glasir yang Ditingkatkan:STPP juga digunakan dalam glasir keramik untuk meningkatkan stabilitas dan konsistensi.


Prinsip Kerja STPP dalam Keramik

STPP bekerja dengan mendispersikan lempung dan partikel padat lainnya melalui gaya tolak elektrostatik. Ketika ditambahkan ke dalam slip keramik, STPP terionisasi menjadi ion natrium dan fosfat. Ion fosfat teradsorpsi ke permukaan partikel keramik, menciptakan muatan negatif yang mencegah penggumpalan dan mendorong stabilitas suspensi. Hal ini mengurangi viskositas, sehingga slip lebih mudah dipompa dan diproses sekaligus memastikan keseragaman dalam pembentukan keramik.


Dosis STPP dalam Produksi Keramik

Dosis optimal STPP bergantung pada komposisi spesifik bodi keramik dan sifat slipnya. Umumnya, dosis yang disarankan adalah:

  • Slip Tubuh Keramik:0,1%–0,5% dari berat kering bahan baku

  • Persiapan Glasir:0,05%–0,2% dari total formulasi glasir

Penggunaan STPP yang berlebihan dapat mengakibatkan dispersi berlebih, yang menyebabkan cacat seperti retak atau berkurangnya kekuatan hijau.


Bahan Lain dalam Produksi Ubin Keramik

Bahan baku utama yang digunakan dalam pembuatan ubin keramik meliputi:

BahanFungsiDosis Khas (%)
Tanah Liat & KaolinMemberikan plastisitas dan struktur30%–50%
FeldsparBertindak sebagai fluks untuk menurunkan suhu sintering10%–25%
Kuarsa (Silika)Meningkatkan kekerasan dan kekuatan15%–30%
Kalsium KarbonatMengurangi penyusutan dan meningkatkan keputihan5%–15%
Natrium Tripolifosfat (STPP)Dispersan, mengurangi viskositas, dan meningkatkan kemampuan kerja0.1%–0.5%
Pengikat (CMC, PVA)Meningkatkan kekuatan hijau dan sifat pengikatan0.2%–1.0%
Aditif LainnyaPewarna, deflokulan, atau penambah sifat khususVariabel

Kesimpulan

Natrium Tripolifosfat (STPP) berperan penting dalam produksi keramik, terutama dalam mengoptimalkan formulasi slip dan glasir. Dengan bertindak sebagai dispersan dan deflokulan, STPP meningkatkan efisiensi pemrosesan, meningkatkan kualitas produk akhir, dan mengurangi biaya produksi. Namun, kontrol dosis yang cermat diperlukan untuk menghindari dispersi berlebih dan memastikan kinerja terbaik dalam pembuatan ubin keramik.

Kembali ke atas