Fosfor merupakan nutrisi penting dalam pakan ternak, penting untuk perkembangan tulang, metabolisme energi, dan kinerja pertumbuhan secara keseluruhan. Dalam peternakan modern,Monokalsium Fosfat (MCP)DanDikalsium Fosfat (DCP)adalah dua suplemen fosfor yang paling banyak digunakan dalam formulasi pakan. Fosfat anorganik ini menyediakan fosfor dan kalsium yang tersedia secara hayati bagi ternak dan unggas, mendukung kesehatan dan produktivitas optimal.
MCP (Monokalsium Fosfat)
Rumus kimia:Ca(H₂PO₄)₂
Kandungan fosfor (P): ~22.7%
Kandungan kalsium (Ca): ~16%
Fitur:Sangat mudah larut dan lebih mudah diserap secara biologis daripada DCP. Ideal untuk hewan muda dan unggas.
DCP (Dikalsium Fosfat)
Rumus kimia:CaHPO₄
Kandungan fosfor (P): ~18%
Kandungan kalsium (Ca): ~23%
Fitur:Lebih hemat biaya, sedikit kurang larut daripada MCP tetapi tetap efisien untuk ternak dewasa.
✅ Peningkatan Kekuatan Tulang:
Baik MCP maupun DCP membantu membangun dan memelihara struktur rangka yang kuat, terutama penting pada unggas dan anak babi yang tumbuh cepat.
✅ Konversi Pakan yang Ditingkatkan:
Fosfor dan kalsium yang cukup meningkatkan efisiensi pakan dan pemanfaatan nutrisi.
✅ Dukungan untuk Reproduksi:
Fosfor berperan penting dalam kesuburan dan produksi telur pada ayam petelur dan ayam indukan.
✅ Ketahanan Penyakit:
Nutrisi mineral yang seimbang meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan mengurangi gangguan metabolisme seperti rakhitis.
| Usia/Jenis | MCP (%) | DCP (%) |
|---|---|---|
| Starter (0–3 minggu) | 1.5–2.0% | 2.0–2.5% |
| Petani (4–6 minggu) | 1.0–1.5% | 1.5–2.0% |
| Lapisan | 1.2–1.8% | 1.5–2.0% |
| Tahap Pertumbuhan | MCP (%) | DCP (%) |
|---|---|---|
| Anak babi (sapih) | 1.2–1.5% | 1.5–1.8% |
| Penanam-Penyelesaian | 0.8–1.2% | 1.2–1.5% |
| Babi betina (kehamilan/laktasi) | 1.0–1.4% | 1.2–1.6% |
| Jenis Hewan | MCP (%) | DCP (%) |
|---|---|---|
| Anak sapi | 1.0–1.3% | 1.2–1.5% |
| Sapi Perah | 0.8–1.0% | 1.0–1.2% |
| Sapi potong | 0.6–0.8% | 0.8–1.0% |
Catatan:Ketepatan pencantuman tergantung pada kadar fosfor total dalam makanan, spesies, usia, dan tujuan produksi. Disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi untuk formulasi yang optimal.
| Kriteria | MCP | DCP |
|---|---|---|
| Kelarutan | Lebih tinggi | Sedang |
| Ketersediaan Hayati Fosfor | Lebih tinggi | Sedang |
| Pasokan Kalsium | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Biaya | Lebih tinggi | Lebih rendah |
| Terbaik Untuk | Unggas, babi muda | Ternak dewasa, ruminansia |
Pada hewan berkinerja tinggi, MCP seringkali lebih disukai karena daya cernanya yang lebih tinggi. Untuk hewan dewasa dengan laju pertumbuhan yang lebih lambat, DCP menawarkan pilihan yang lebih ekonomis.
Monokalsium Fosfat (MCP) dan Dikalsium Fosfat (DCP) merupakan suplemen mineral penting dalam produksi pakan modern. Dengan memastikan keseimbangan fosfor dan kalsium yang optimal, keduanya mendukung pertumbuhan, produktivitas, dan profitabilitas yang sehat di semua kategori ternak utama. Pemilihan produk dan tingkat inklusi yang tepat berdasarkan kebutuhan spesifik spesies sangat penting untuk mencapai hasil nutrisi dan ekonomi terbaik.
Kembali ke atas